MetaTraderKitMetaTraderKitSmart Trading Tools
MARKET Jumat, 2 Oktober 2026

DOLAR DAN MINYAK TETAP KUAT, PASAR MENANTI NONFARM PAYROLLS

DOLAR MAKIN DOMINAN, EURO DAN YEN TERTEKAN JELANG DATA TENAGA KERJA AS Pasar mata uang masih didominasi penguatan dolar AS. Dollar Index bergerak di sekitar 102,08 dan mencapai level tertinggi sekitar 17 bulan, didukung tingginya yield Treasury serta kekhawatiran inflasi yang belum sepenuhnya mereda. EUR/USD bergerak di sekitar 1,124 setelah euro kembali mendapat tekanan dari kekhawatiran fiskal di Prancis dan tingginya biaya pinjaman di kawasan Eropa. Kondisi tersebut membuat perbedaan sentimen antara ekonomi AS dan Eropa semakin mendukung dolar. Yen Jepang juga masih berada di bawah tekanan meskipun pasar tetap mewaspadai kemungkinan intervensi otoritas Jepang. Ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan dalam waktu dekat berkurang setelah muncul perbedaan pandangan di antara para pembuat kebijakan. Fokus utama pasar sekarang tertuju pada data Nonfarm Payrolls September. Konsensus ekonom memperkirakan penambahan sekitar 90 ribu pekerjaan dengan tingkat pengangguran tetap sekitar 4,1 persen. Hasil yang jauh berbeda dari perkiraan berpotensi memicu pergerakan besar pada dolar dan mata uang utama lainnya. MINYAK BERTAHAN DI ATAS 100 DOLAR, RISIKO TIMUR TENGAH KEMBALI MENINGKAT Harga minyak masih bertahan tinggi setelah sebelumnya melonjak tajam. Brent bergerak sekitar 102,60 dolar per barel, sedangkan WTI berada di sekitar 93 dolar per barel. Kenaikan sebelumnya dipicu oleh meningkatnya kembali kekhawatiran terhadap konflik Timur Tengah. Reuters melaporkan tambahan aset militer AS menuju kawasan tersebut, sementara ketegangan dengan Iran tetap menjadi sumber utama risiko terhadap pasokan energi. Pasar juga menghadapi kekhawatiran terhadap ketersediaan produk bahan bakar setelah China menghentikan sementara sebagian ekspor bahan bakar di luar Hong Kong dan Makau. Kondisi tersebut menambah tekanan pada pasar diesel global yang sebelumnya sudah ketat. Di sisi lain, peningkatan ekspor dari Arab Saudi dan pemulihan jalur pasokan Timur Tengah membantu membatasi kenaikan harga lebih lanjut. Untuk saat ini, oil masih sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik. Gangguan baru terhadap Selat Hormuz atau infrastruktur energi dapat kembali mendorong harga naik dengan cepat. GOLD MASIH TERTEKAN DOLAR DAN YIELD TINGGI JELANG NONFARM PAYROLLS Gold masih mengalami tekanan setelah gagal membangun momentum pemulihan yang kuat. Harga spot bergerak di sekitar 4.155 dolar per ounce dan menuju penurunan mingguan kedua berturut-turut. Tekanan utama masih berasal dari penguatan dolar dan yield Treasury yang sangat tinggi. Yield 10 tahun AS sebelumnya sempat mencapai sekitar 5,34 persen sebelum turun kembali ke sekitar 5,25 persen. Data inflasi PCE yang lebih rendah dari perkiraan sebenarnya telah mengurangi peluang kenaikan suku bunga Fed pada Oktober. Namun tekanan inflasi dari energi, kondisi ekonomi yang masih cukup kuat, serta tingginya yield jangka panjang membuat pasar belum sepenuhnya yakin bahwa siklus kenaikan suku bunga selesai. Gold karena itu berada dalam posisi sensitif menjelang data Nonfarm Payrolls. Jika tenaga kerja AS tetap kuat, ekspektasi kenaikan suku bunga dapat kembali meningkat dan memberikan tekanan tambahan terhadap emas. Sebaliknya, data tenaga kerja yang melemah dapat menekan yield dan memberikan ruang bagi gold untuk melakukan rebound. SAHAM TEKNOLOGI MENOPANG WALL STREET, TAPI NFP DAN YIELD MASIH JADI RISIKO Futures saham AS bergerak sedikit positif. S&P 500 Futures naik sekitar 0,1 persen, Nasdaq 100 Futures naik sekitar 0,23 persen dan Dow Jones Futures naik tipis sekitar 0,07 persen. Sektor teknologi masih menjadi salah satu penopang utama pasar setelah kinerja kuat Micron kembali memperkuat keyakinan bahwa permintaan chip untuk artificial intelligence masih solid. Namun sentimen positif tersebut belum cukup untuk membuat investor agresif. Yield Treasury masih berada di level sangat tinggi dan harga minyak kembali berada di atas 100 dolar, sehingga risiko inflasi dan kenaikan biaya pendanaan masih menjadi perhatian. Pasar saham juga menunggu laporan Nonfarm Payrolls. Data tenaga kerja yang terlalu kuat dapat kembali meningkatkan kekhawatiran bahwa Fed masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga. Dengan kondisi tersebut, pergerakan Wall Street masih berpotensi volatil karena sentimen AI yang positif berhadapan langsung dengan tekanan yield, harga energi dan ketidakpastian kebijakan Fed. DOLAR SENTUH LEVEL TERTINGGI 17 BULAN, PASAR MENANTI KONFIRMASI DARI NFP Dollar Index berada di sekitar 102,08 dan mencatat kenaikan sekitar 1 persen sepanjang pekan, sekaligus berada pada level tertinggi sekitar 17 bulan. Kekuatan dolar saat ini tidak hanya berasal dari kebijakan Federal Reserve, tetapi juga tingginya yield obligasi global dan meningkatnya kekhawatiran fiskal di sejumlah negara lain. Yield Treasury 10 tahun yang bertahan di atas 5 persen membuat aset berbasis dolar tetap menarik, sementara tekanan terhadap euro dan beberapa mata uang lainnya semakin memperkuat posisi greenback. Namun ekspektasi kenaikan suku bunga Fed pada Oktober telah turun signifikan setelah data inflasi lebih lunak dan sejumlah pejabat Fed menunjukkan pendekatan yang lebih berhati hati. Pasar kini lebih banyak menunggu data sebelum menentukan arah kebijakan berikutnya. Karena itu, Nonfarm Payrolls menjadi ujian penting bagi tren penguatan dolar. Data yang kuat dapat mempertahankan dolar di level tinggi, sedangkan pelemahan tenaga kerja dapat memicu koreksi setelah reli tajam beberapa pekan terakhir. MARKET OUTLOOK PASAR MENANTI NFP DI TENGAH DOLAR KUAT DAN RISIKO GEOPOLITIK Secara keseluruhan, pasar masih berada dalam kondisi hati hati. Dolar dan yield Treasury tetap tinggi, oil bertahan di atas 100 dolar akibat risiko geopolitik, sementara gold masih kesulitan melakukan pemulihan. Saham teknologi mendapat dukungan dari optimisme AI, tetapi pergerakan pasar berikutnya sangat bergantung pada Nonfarm Payrolls yang akan menentukan apakah ekspektasi kenaikan suku bunga Fed kembali menguat atau semakin berkurang.
Belum punya akun? Daftar gratis untuk mulai memakai tools MetaTraderKit.
Daftar Sekarang
Kembali