MetaTraderKitMetaTraderKitSmart Trading Tools
MARKET Kamis, 1 Oktober 2026

PCE MELUNAK DAN SENTIMEN AI PULIH, PASAR MENANTI DATA TENAGA KERJA AS

Data inflasi AS yang lebih lunak dan kinerja kuat Micron membantu memperbaiki sentimen pasar, tetapi yield Treasury yang masih tinggi membuat investor tetap berhati hati menjelang Nonfarm Payrolls.

DOLAR MASIH DOMINAN MESKI EKSPEKTASI KENAIKAN SUKU BUNGA FED MENURUN Pasar mata uang masih menunjukkan dominasi dolar AS meskipun data inflasi terbaru mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Oktober. EUR/USD bergerak di sekitar 1,1325 setelah euro mengalami tekanan sepanjang September. Indeks dolar sendiri bertahan di sekitar 101,47 dan mencatat kenaikan sekitar 2,1 persen sepanjang bulan lalu, menjadi performa bulanan terbaiknya sejak Juni. Data PCE AS memberikan sedikit tekanan terhadap dolar. Headline PCE naik 0,3 persen secara bulanan dan 3,4 persen secara tahunan, lebih rendah dari perkiraan. Core PCE juga hanya naik 0,2 persen secara bulanan dan 3,0 persen secara tahunan, di bawah konsensus pasar. Data tersebut membuat pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Fed pada Oktober secara signifikan. Namun ekonomi AS masih menunjukkan ketahanan setelah pertumbuhan GDP kuartal kedua direvisi naik menjadi 2,2 persen. Yen Jepang bergerak di sekitar 157 terhadap dolar, sementara Australian dollar tetap berada dekat level terendah sembilan minggu setelah data inflasi Australia yang lebih rendah dari perkiraan mengurangi ekspektasi pengetatan tambahan dari Reserve Bank of Australia. PASOKAN TIMUR TENGAH MULAI PULIH, TEKANAN KENAIKAN MINYAK MULAI MEREDA Harga minyak mulai bergerak lebih stabil setelah mengalami volatilitas tinggi sepanjang September. Brent berada di sekitar 98 dolar per barel untuk kontrak Desember, sementara WTI bergerak di sekitar 90 dolar. Tekanan terhadap harga minyak mulai berkurang setelah pasokan Timur Tengah menunjukkan tanda pemulihan. Arab Saudi kembali melakukan pengiriman dari pelabuhan Yanbu setelah East West Pipeline kembali beroperasi, memberikan jalur alternatif yang tidak melalui Selat Hormuz. Ekspor minyak Timur Tengah juga meningkat selama September dan mencapai level tertinggi sejak konflik dimulai pada Februari. Meski demikian, volume ekspor masih berada di bawah kondisi sebelum konflik sehingga pasar belum sepenuhnya menghilangkan premi risiko geopolitik. Persediaan minyak mentah AS naik sekitar 922 ribu barel pada minggu terakhir, sementara pasar sebelumnya memperkirakan penurunan. Namun stok bensin dan distilat justru turun sehingga menunjukkan pasar produk bahan bakar masih cukup ketat. Selat Hormuz masih menjadi faktor risiko utama. Perkembangan hubungan Washington dan Tehran serta keberlanjutan pemulihan ekspor Timur Tengah akan menjadi faktor penting bagi arah harga minyak berikutnya. EMAS MULAI STABIL SETELAH PCE LUNAK, TAPI YIELD TINGGI MASIH MEMBATASI PEMULIHAN Harga emas bergerak relatif stabil di sekitar 4.150 hingga 4.170 dolar per ounce setelah mengalami penurunan sekitar 6 persen sepanjang September. Data PCE yang lebih rendah dari perkiraan memberikan sedikit dukungan terhadap gold karena pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga Fed pada Oktober. Probabilitas kenaikan suku bunga turun tajam dari hampir 70 persen pada awal pekan menjadi sekitar sepertiga setelah data inflasi dirilis. Namun tekanan terhadap emas belum sepenuhnya hilang. Yield Treasury jangka panjang masih berada di level sangat tinggi, sehingga obligasi tetap memberikan alternatif imbal hasil yang menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga. Kekuatan ekonomi AS juga membuat pasar belum sepenuhnya menutup kemungkinan kebijakan moneter tetap ketat. Karena itu, penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga belum otomatis menjadi sinyal bullish kuat bagi emas. Fokus berikutnya beralih ke Nonfarm Payrolls. Data tenaga kerja yang kuat dapat kembali mendorong yield dan dolar naik sehingga memberikan tekanan terhadap gold. Sebaliknya, pelemahan pasar tenaga kerja berpotensi memberikan ruang lebih besar bagi pemulihan emas. MICRON HIDUPKAN KEMBALI SENTIMEN AI, TAPI YIELD TINGGI MASIH MENJADI RISIKO Futures saham AS bergerak positif. S&P 500 Futures naik sekitar 0,36 persen, Nasdaq 100 Futures naik 0,4 persen dan Dow Jones Futures menguat sekitar 0,3 persen. Sentimen teknologi mendapat dorongan setelah Micron melaporkan kinerja dan proyeksi yang lebih kuat dari ekspektasi pasar. Hasil tersebut memperkuat keyakinan bahwa permintaan yang didorong oleh perkembangan artificial intelligence masih dapat menopang sektor chip dan teknologi dalam beberapa kuartal mendatang. Sektor AI sebelumnya mengalami tekanan karena kekhawatiran bahwa perkembangan teknologi tersebut dapat melambat akibat isu keamanan. Kinerja Micron memberikan sedikit konfirmasi bahwa permintaan terhadap memory chip dan infrastruktur AI masih tetap kuat. Namun reli saham masih dibatasi oleh tingginya yield Treasury. S&P 500 sebelumnya turun 0,25 persen dan Dow melemah 0,86 persen, sementara Nasdaq mampu bertahan positif. Pasar sekarang menunggu data Nonfarm Payrolls pada Jumat. Kondisi tenaga kerja akan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan apakah Fed masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter agresif. DOLAR BERTAHAN KUAT MESKI DATA PCE MENURUNKAN PROBABILITAS KENAIKAN SUKU BUNGA Indeks dolar berada di sekitar 101,47 setelah mencatat kenaikan sekitar 2,1 persen sepanjang September. Penguatan tersebut terutama ditopang oleh kenaikan suku bunga Fed, lonjakan yield Treasury dan permintaan terhadap dolar sebagai aset defensif. Namun data PCE yang lebih lunak mulai mengubah ekspektasi pasar. Headline dan core PCE sama sama berada di bawah perkiraan sehingga probabilitas kenaikan suku bunga pada Oktober turun tajam. Meskipun demikian, dolar belum kehilangan dukungan karena pertumbuhan ekonomi AS masih relatif kuat dan yield Treasury jangka panjang tetap tinggi. Kondisi tersebut menciptakan situasi di mana tekanan inflasi mulai mereda, tetapi ekonomi belum menunjukkan pelemahan signifikan. Karena itu, arah dolar berikutnya akan sangat bergantung pada kondisi pasar tenaga kerja. Nonfarm Payrolls menjadi katalis utama. Data yang kuat dapat kembali memperkuat dolar, sedangkan pelemahan signifikan pada tenaga kerja dapat semakin menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga dan membatasi penguatan greenback. MARKET OUTLOOK SENTIMEN MULAI MEMBAIK, TAPI YIELD DAN DATA TENAGA KERJA MASIH JADI PENENTU Secara keseluruhan, sentimen pasar mulai membaik setelah data PCE yang lebih lunak mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Fed dan pemulihan pasokan Timur Tengah membantu menahan harga minyak. Saham teknologi mendapat dukungan tambahan dari kinerja kuat Micron, sementara gold mulai stabil setelah tekanan besar sepanjang September. Namun yield Treasury masih tinggi dan dolar tetap kuat, sehingga pasar belum sepenuhnya keluar dari tekanan. Fokus utama berikutnya tertuju pada Nonfarm Payrolls yang berpotensi menentukan arah Fed, dolar, gold dan saham.
Belum punya akun? Daftar gratis untuk mulai memakai tools MetaTraderKit.
Daftar Sekarang
Kembali