MARKET
Rabu, 30 September 2026
YIELD DAN MINYAK MULAI TURUN, PASAR MENANTI DATA PENTING AS
Tekanan pasar mulai mereda setelah yield dan minyak turun, tetapi arah dolar, gold dan saham selanjutnya akan sangat ditentukan oleh data PCE dan Nonfarm Payrolls AS.
DOLAR MASIH KUAT, EURO TERTEKAN JELANG DATA PCE DAN TENAGA KERJA AS
Pasar mata uang masih didominasi dolar AS, meskipun tekanan dari kenaikan yield Treasury mulai sedikit mereda. EUR/USD bergerak di sekitar 1,1339 setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak Mei 2025. Sepanjang September, dolar telah menguat sekitar 2,5 persen terhadap euro dan berpotensi mencatat kenaikan bulanan terbesar terhadap mata uang tersebut dalam lebih dari satu tahun.
Tekanan terhadap euro juga berasal dari kekhawatiran mengenai pasokan energi dan kondisi fiskal di Eropa. Sementara itu, Australian dollar melemah hingga di bawah 0,70 setelah data inflasi Australia sedikit lebih rendah dari perkiraan.
Yen justru mulai mendapatkan dukungan dan USD/JPY turun menuju area 156,38. Pasar semakin berhati hati mengambil posisi melawan yen setelah serangkaian peringatan mengenai pelemahan mata uang Jepang dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan.
Fokus utama pasar valuta asing sekarang tertuju pada data PCE Amerika Serikat dan laporan Nonfarm Payrolls. Kedua data tersebut berpotensi menentukan apakah ekspektasi kenaikan suku bunga Fed kembali menguat atau justru semakin berkurang.
PASOKAN TIMUR TENGAH MULAI PULIH, TAPI HORMUZ MASIH JADI RISIKO UTAMA
Harga minyak mengalami koreksi tajam setelah tanda tanda pemulihan pasokan dari Timur Tengah mulai mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan suplai. Brent sebelumnya turun sekitar 2,6 persen dan WTI turun sekitar 3,5 persen.
Arab Saudi telah kembali melakukan pengiriman minyak dari pelabuhan Yanbu setelah East West Pipeline kembali beroperasi. Pengiriman dari Yanbu dan Al Muajjiz mencapai hampir 10 juta barel, sementara aliran melalui jalur tersebut telah pulih ke kisaran beberapa juta barel per hari. Pemulihan jalur ini memberikan alternatif penting yang tidak melewati Selat Hormuz.
Amerika Serikat juga berencana menyediakan hingga 40 juta barel dari Strategic Petroleum Reserve untuk membantu meredakan gangguan pasokan.
Namun risiko geopolitik belum hilang. Selat Hormuz masih mengalami gangguan dan pembicaraan yang dimediasi Qatar antara Washington dan Tehran belum menghasilkan kesepakatan konkret. Laporan terbaru juga menunjukkan harga minyak masih sangat sensitif terhadap perkembangan hubungan AS Iran.
Secara keseluruhan, meningkatnya pasokan mulai memberikan tekanan turun terhadap minyak, tetapi risiko konflik membuat volatilitas tetap tinggi.
EMAS MULAI STABIL SETELAH REBOUND, NAMUN YIELD TINGGI MASIH MEMBATASI PENGUATAN
Harga emas bergerak relatif stabil di sekitar 4.180 dolar per ounce setelah sebelumnya rebound sekitar 1,6 persen. Penurunan harga minyak memberikan sedikit ruang bagi emas karena membantu meredakan kekhawatiran mengenai inflasi yang didorong oleh energi.
Meski demikian, yield Treasury masih menjadi tekanan utama. Yield obligasi AS jangka panjang tetap berada di level tinggi sehingga meningkatkan opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan bunga.
Komentar Presiden New York Fed John Williams sedikit mengubah sentimen pasar setelah ia menilai Federal Reserve tidak perlu terburu buru mengambil langkah berikutnya. Pernyataan tersebut membuat ekspektasi kenaikan suku bunga Oktober turun menjadi sekitar 50 persen dari sekitar 70 persen sebelumnya.
Gold sendiri masih menuju penurunan sekitar 6 persen sepanjang September. Arah berikutnya sangat bergantung pada data PCE dan Nonfarm Payrolls. Jika inflasi atau tenaga kerja AS kembali lebih kuat dari perkiraan, yield dapat kembali naik dan memberikan tekanan baru terhadap emas.
WALL STREET MULAI STABIL SETELAH YIELD TURUN DAN SENTIMEN AI MEMBAIK
Futures saham AS bergerak sedikit positif. S&P 500 Futures naik sekitar 0,17 persen, Nasdaq 100 Futures naik 0,25 persen dan Dow Jones Futures bertambah sekitar 0,18 persen.
Sentimen membaik setelah yield Treasury turun dari level tertingginya dan harga minyak mengalami koreksi. Kondisi tersebut mengurangi sebagian tekanan yang sebelumnya menghantam valuasi saham teknologi.
Sektor semikonduktor juga mulai pulih dengan Philadelphia Semiconductor Index naik sekitar 1,3 persen. Sebelumnya, saham teknologi mengalami tekanan setelah kekhawatiran mengenai perlambatan pengembangan AI.
Sentimen AI mulai membaik setelah muncul laporan mengenai Anthropic yang mempersiapkan initial public offering berskala besar. Namun pasar belum sepenuhnya kembali agresif karena investor masih menunggu kepastian arah inflasi dan suku bunga.
Data PCE serta Nonfarm Payrolls menjadi dua katalis terbesar. Jika data menunjukkan inflasi mulai terkendali dan pasar tenaga kerja melemah secara moderat, tekanan dari yield berpotensi berkurang dan memberikan ruang bagi saham untuk pulih lebih lanjut.
DOLAR BERTAHAN DEKAT LEVEL TERTINGGI MESKI EKSPEKTASI KENAIKAN SUKU BUNGA MULAI TURUN
Indeks dolar masih bertahan di sekitar 101,4 dan berada dekat level tertingginya dalam beberapa bulan terakhir.
Kekuatan dolar sepanjang September terutama ditopang oleh pertumbuhan ekonomi AS yang relatif kuat serta lonjakan yield Treasury. Namun momentum kenaikan mulai sedikit berkurang setelah data job openings dan consumer confidence melemah serta komentar Fed menjadi sedikit lebih hati hati.
Pernyataan John Williams membuat pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Oktober secara signifikan. Hal ini mulai menahan kenaikan yield dan membatasi penguatan dolar.
Meski demikian, dolar belum kehilangan dukungan sepenuhnya. Pasar masih membutuhkan bukti dari data inflasi dan tenaga kerja sebelum mengubah pandangan terhadap kebijakan Fed secara lebih besar.
Karena itu, pergerakan dolar dalam beberapa sesi berikutnya akan sangat dipengaruhi hasil PCE dan Nonfarm Payrolls.
MARKET OUTLOOK
TEKANAN MULAI MEREDA, PASAR MENANTI PCE DAN NONFARM PAYROLLS
Secara keseluruhan, tekanan pasar mulai sedikit mereda setelah yield Treasury turun dari puncaknya dan harga minyak terkoreksi akibat pemulihan pasokan Timur Tengah. Kondisi tersebut membantu saham dan gold kembali stabil, sementara dolar masih bertahan kuat. Namun arah pasar belum benar benar jelas karena investor kini menunggu data PCE dan Nonfarm Payrolls yang dapat menentukan apakah Fed masih perlu menaikkan suku bunga atau mulai mengambil sikap lebih sabar.
