MetaTraderKitMetaTraderKitSmart Trading Tools
MARKET Senin, 28 September 2026

MINYAK DAN YIELD MELONJAK, PASAR GLOBAL KEMBALI TERTEKAN

Kenaikan minyak dan yield Treasury memperkuat kekhawatiran inflasi dan suku bunga tinggi, menekan gold serta saham global sementara dolar tetap kuat menjelang data ekonomi penting AS.

MATA UANG — DOLAR TETAP KUAT, MATA UANG ASIA TERTEKAN OLEH MINYAK DAN YIELD TINGGI Pasar mata uang memulai pekan dengan tekanan pada sejumlah mata uang Asia karena harga minyak kembali naik dan yield obligasi global bertahan tinggi. Kondisi tersebut membuat investor kembali berhati-hati terhadap aset berisiko. Indeks dolar AS bergerak di sekitar 101,1 dan masih berada dekat level tertinggi dua bulan. USD/JPY naik ke sekitar 157,78, menunjukkan yen kembali melemah terhadap dolar. Penguatan dolar masih mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Fed pada Oktober berada di sekitar 65 hingga 66 persen. Pergerakan mata uang pekan ini berpotensi semakin aktif karena pasar akan menghadapi sejumlah data penting Amerika Serikat, terutama inflasi PCE dan laporan tenaga kerja yang dapat mengubah ekspektasi terhadap langkah Fed berikutnya. OIL — KETIDAKPASTIAN SELAT HORMUZ KEMBALI ANGKAT HARGA MINYAK Harga minyak kembali menguat setelah belum tercapainya kesepakatan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz. Brent bergerak di sekitar 105 dolar per barel dan WTI berada di sekitar 93 dolar per barel. Iran mempertahankan sejumlah persyaratan untuk membuka kembali jalur tersebut, sementara pembicaraan diplomatik masih diperkirakan berlanjut. Ketidakjelasan mengenai kapan aktivitas pengiriman minyak melalui Selat Hormuz dapat kembali normal membuat premi risiko geopolitik tetap tinggi. Selat Hormuz menjadi perhatian utama karena merupakan salah satu jalur terpenting bagi pasokan energi global. Gangguan aktivitas pelayaran membuat produsen minyak kawasan Teluk harus mencari jalur alternatif untuk mengirimkan minyak. Risiko pasokan juga meningkat setelah serangkaian serangan Houthi terhadap Arab Saudi dan aktivitas pelayaran di Laut Merah. Kondisi ini membuat pasar minyak tetap sangat sensitif terhadap setiap perkembangan geopolitik. Harga energi yang terus tinggi juga mulai memiliki dampak lebih luas terhadap pasar karena dapat menjaga tekanan inflasi tetap tinggi dan memperkuat alasan bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tinggi. GOLD — EMAS JATUH DI BAWAH 4.300 DOLAR AKIBAT YIELD TINGGI DAN EKSPEKTASI FED Harga emas kembali mengalami tekanan cukup besar. XAU/USD turun lebih dari 1 persen ke sekitar 4.236 dolar per ounce dan sempat bergerak lebih rendah mendekati area 4.200 dolar. Gold futures juga turun ke sekitar 4.270 dolar. Tekanan terhadap emas berasal dari kombinasi kenaikan harga minyak, tingginya yield Treasury, dan ekspektasi bahwa Federal Reserve masih dapat melakukan kenaikan suku bunga tambahan. Harga minyak yang tinggi berpotensi mempertahankan tekanan inflasi, sementara data aktivitas ekonomi AS yang kuat menunjukkan perekonomian belum mengalami perlambatan signifikan. Kombinasi tersebut meningkatkan kemungkinan kebijakan Fed tetap ketat lebih lama. Yield Treasury tenor 10 tahun masih berada di atas 5 persen, sementara yield tenor 30 tahun bergerak mendekati level tertinggi sejak 2004. Kondisi yield yang tinggi mengurangi daya tarik gold karena emas tidak memberikan bunga. Pasar selanjutnya akan memperhatikan data PCE Amerika Serikat serta laporan tenaga kerja. Jika data kembali menunjukkan inflasi dan ekonomi yang kuat, tekanan terhadap gold berpotensi tetap tinggi. SAHAM GLOBAL — PASAR ASIA MELEMAH, SAHAM CHIP TERTEKAN DAN YIELD TINGGI MEMBATASI RISK APPETITE Mayoritas pasar saham Asia bergerak melemah pada awal pekan. KOSPI Korea Selatan turun sekitar 2 persen, CSI 300 China turun lebih dari 2 persen, Shanghai Composite melemah, sementara indeks saham India juga berada di zona negatif. Tekanan cukup besar terjadi pada sektor semikonduktor. SK Hynix dan Samsung Electronics turun sekitar 4 hingga 5 persen, sementara beberapa produsen chip China dan Jepang juga mengalami pelemahan. Tekanan terhadap sektor teknologi meningkat setelah OpenAI menghentikan sementara sebagian aktivitas training, evaluation, dan inference dengan penggunaan tools pada beberapa model paling canggih untuk memperkuat kontrol keamanan. Perkembangan tersebut memunculkan kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan perlambatan investasi AI dan permintaan chip, server serta infrastruktur data center. Futures saham AS juga bergerak melemah dengan Nasdaq menjadi salah satu yang mendapat tekanan terbesar. Selain kekhawatiran mengenai sektor AI, kenaikan harga minyak dan tingginya yield Treasury membuat investor lebih berhati-hati terhadap saham dengan valuasi tinggi. DOLLAR — EKSPEKTASI SUKU BUNGA TINGGI MENJAGA DOLAR DEKAT LEVEL TERTINGGI DUA BULAN Dolar AS masih memiliki dukungan kuat dan bergerak di sekitar level tertinggi dalam dua bulan. Indeks dolar berada di sekitar area 101 setelah mengalami penguatan signifikan sepanjang September. Faktor utama yang menopang dolar adalah tingginya yield Treasury serta meningkatnya ekspektasi bahwa Fed belum selesai menaikkan suku bunga. Harga minyak yang kembali tinggi menjadi faktor penting karena dapat mempertahankan tekanan inflasi. Jika inflasi sulit turun, Federal Reserve memiliki alasan lebih kuat untuk mempertahankan atau kembali menaikkan suku bunga. Namun arah dolar pekan ini akan sangat bergantung pada data ekonomi AS. Data PCE dan laporan tenaga kerja menjadi fokus utama karena hasil yang lebih kuat dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi Fed hawkish, sementara data yang melemah dapat mengurangi tekanan kenaikan suku bunga. MARKET OUTLOOK — MINYAK DAN YIELD TINGGI KEMBALI MENEKAN SENTIMEN PASAR Secara keseluruhan, pasar memulai pekan dengan sentimen hati-hati. Kenaikan minyak dan yield Treasury memperkuat kekhawatiran inflasi serta ekspektasi suku bunga Fed tetap tinggi, sehingga mendukung dolar tetapi menekan gold dan saham. Sektor teknologi juga mendapat tekanan tambahan dari kekhawatiran terhadap laju pengembangan AI. Fokus pasar berikutnya tertuju pada perkembangan Selat Hormuz serta data PCE dan tenaga kerja AS yang akan menjadi petunjuk penting arah kebijakan Fed.
Belum punya akun? Daftar gratis untuk mulai memakai tools MetaTraderKit.
Daftar Sekarang
Kembali