MARKET
Rabu, 23 September 2026
Pasar Menanti Trump Xi, Minyak Turun di Tengah Diplomasi AS Iran
Dolar tetap kuat dan saham teknologi ditopang optimisme AI, sementara penurunan minyak akibat harapan diplomasi AS Iran memberi sedikit ruang bagi emas dan aset berisiko menjelang pertemuan Trump Xi.
MATA UANG — PASAR FX MENANTI ARAH BARU DARI FED DAN PERTEMUAN TRUMP XI
Pasar mata uang bergerak relatif hati-hati setelah rangkaian kenaikan suku bunga dari bank sentral utama kembali mengubah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter global. Euro bergerak di sekitar 1,1446 terhadap dolar AS dan masih berada dekat level terlemah sejak akhir Juli. Poundsterling juga bergerak terbatas di sekitar 1,3337.
Di Asia, yen Jepang kembali melemah ke sekitar 157,55 per dolar. Kenaikan suku bunga Bank of Japan belum mampu memberikan dukungan kuat kepada yen karena selisih imbal hasil dengan Amerika Serikat masih lebar. Pasar juga mulai mewaspadai kemungkinan intervensi otoritas Jepang apabila pelemahan yen berlanjut menuju area 160.
Pelaku pasar kini menunggu perkembangan pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Washington. Hasil pembicaraan mengenai perdagangan, teknologi, dan hubungan ekonomi AS-China berpotensi menjadi katalis penting bagi pergerakan mata uang utama dalam beberapa sesi ke depan.
OIL — HARAPAN DIPLOMASI AS IRAN TEKAN HARGA MINYAK LIMA SESI BERUNTUN
Harga minyak kembali melemah setelah mencatat penurunan selama lima sesi berturut-turut. Brent crude turun sekitar 1,8 persen dan ditutup di area 98,56 dolar per barel, sementara perdagangan berikutnya masih berada di sekitar 99 dolar.
Tekanan terhadap minyak muncul setelah adanya laporan mengenai komunikasi antara pejabat Amerika Serikat dan Iran di sela Sidang Umum PBB. Pasar melihat perkembangan tersebut sebagai peluang menuju proses diplomasi yang dapat mengurangi risiko gangguan pasokan energi di Timur Tengah.
Penurunan harga minyak juga memberikan sedikit kelegaan terhadap kekhawatiran inflasi global. Sebelumnya, lonjakan harga energi menjadi salah satu faktor yang mendorong bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat. Jika harga minyak terus melemah, tekanan inflasi dari sektor energi dapat mulai mereda.
Namun kondisi geopolitik masih menjadi faktor risiko utama. Selama belum ada kesepakatan yang jelas antara Amerika Serikat dan Iran, volatilitas harga minyak masih berpotensi tetap tinggi.
GOLD — EMAS NAIK TIPIS MESKI DOLAR KUAT DAN FED MASIH HAWKISH
Harga emas mencatat kenaikan tipis sekitar 0,3 persen dan ditutup di sekitar 4.358 dolar per ounce, sementara kontrak futures berada di sekitar 4.396 dolar per ounce.
Penguatan emas terbantu oleh penurunan harga minyak yang mengurangi kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dari sektor energi. Namun kenaikan emas masih tertahan oleh dolar AS yang kuat serta ekspektasi bahwa Federal Reserve masih dapat kembali menaikkan suku bunga apabila inflasi tidak menunjukkan penurunan yang cukup.
The Fed sebelumnya menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75 hingga 4,00 persen. Sejumlah pejabat Fed juga tetap memberikan komentar hawkish dan menilai risiko inflasi masih menjadi perhatian utama.
Secara teknikal, emas sebelumnya sempat turun ke sekitar 4.235 dolar setelah keputusan The Fed. Area 4.200 menjadi support penting yang mulai diperhatikan pasar, sementara area 4.000 dinilai sebagai level support berikutnya apabila tekanan jual kembali meningkat.
BTC — BITCOIN KONSOLIDASI SETELAH SEMPAT MENEMBUS 87 RIBU DOLAR
Bitcoin bergerak sedikit melemah setelah reli kuat yang sempat membawa harga menembus 87.000 dolar, level tertinggi sejak akhir Januari. BTC terakhir bergerak di sekitar 86.096 dolar atau turun sekitar 0,4 persen.
Sentimen Bitcoin sebelumnya mendapat dukungan dari penurunan harga minyak dan yield Treasury yang mendorong minat terhadap aset berisiko. Pembelian tambahan Bitcoin oleh Strategy juga memberikan sentimen positif terhadap pasar.
Strategy dilaporkan membeli sekitar 950 Bitcoin senilai 75,7 juta dolar dalam periode 14 hingga 20 September. Total kepemilikan Bitcoin perusahaan tersebut kini mencapai sekitar 846.000 BTC.
Meski demikian, pasar crypto masih menghadapi beberapa tekanan regulasi. Binance dilaporkan sedang diselidiki oleh Departemen Kehakiman AS terkait kemungkinan pelanggaran sanksi terhadap Iran. Sementara itu Ethereum dan Solana mengalami koreksi, sedangkan XRP dan Cardano bergerak lebih positif.
Untuk jangka pendek, pasar Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi setelah reli tajam. Area 87.000 dolar menjadi level yang perlu diperhatikan apabila momentum bullish kembali menguat.
DOLLAR — DOLAR BERTAHAN DEKAT LEVEL TERTINGGI DUA BULAN DIDUKUNG KENAIKAN SUKU BUNGA FED
Dolar AS tetap kuat dengan indeks dolar bergerak di sekitar 100,56, dekat level tertinggi dalam hampir dua bulan. Penguatan dolar terutama ditopang oleh kebijakan Federal Reserve yang kembali menaikkan suku bunga.
The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 hingga 4,00 persen. Proyeksi terbaru juga menunjukkan sejumlah anggota FOMC masih melihat kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan apabila tekanan inflasi tetap tinggi.
Komentar dari pejabat Federal Reserve turut memperkuat ekspektasi tersebut. Susan Collins dan Tom Barkin menilai risiko inflasi saat ini masih lebih besar dibanding risiko terhadap pasar tenaga kerja.
Meski demikian, posisi dolar saat ini mulai bergantung pada data ekonomi berikutnya. Pasar telah memperhitungkan kemungkinan pengetatan tambahan, sehingga data inflasi, tenaga kerja, dan aktivitas ekonomi AS akan menjadi faktor penting untuk menentukan apakah penguatan dolar dapat terus berlanjut.
Selain kebijakan The Fed, perkembangan diplomasi AS-Iran dan pertemuan Trump-Xi juga berpotensi menjadi katalis besar terhadap pergerakan dolar dalam beberapa hari ke depan.
MARKET OUTLOOK — PASAR MASIH HATI-HATI DI TENGAH DOLAR KUAT DAN RISIKO GEOPOLITIK
Secara keseluruhan, pasar masih bergerak hati-hati. Dolar AS tetap kuat karena dukungan kebijakan The Fed, sementara oil tertekan oleh harapan diplomasi AS-Iran. Gold cenderung tertahan oleh dolar dan suku bunga tinggi, sedangkan Bitcoin masih konsolidasi setelah reli kuat. Fokus utama pasar berikutnya tertuju pada pertemuan Trump-Xi, perkembangan geopolitik, dan arah kebijakan The Fed.
