MetaTraderKitMetaTraderKitSmart Trading Tools
MARKET Jumat, 11 September 2026

Pasar Waspadai CPI AS di Tengah Lonjakan Minyak dan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed

Pasar global bergerak hati-hati menjelang CPI AS, sementara lonjakan minyak, kenaikan yield, dan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi terus menekan sentimen.

MATA UANG Dolar AS menguat setelah data PPI Agustus menunjukkan tekanan inflasi masih tinggi, sehingga pasar meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Yield Treasury ikut naik dan memberi dukungan tambahan bagi dolar. Euro justru melemah meski ECB menaikkan suku bunga 25 bps karena lonjakan harga energi meningkatkan risiko perlambatan ekonomi Eropa. Sementara itu, Yen masih bertahan kuat di dekat level tertinggi tujuh bulan karena pasar mengantisipasi kenaikan suku bunga BoJ dan terus mengurangi posisi carry trade. KOMODITI Gold masih berada di bawah tekanan setelah turun tajam akibat kombinasi PPI yang panas, kenaikan yield Treasury, dolar yang lebih kuat, serta meningkatnya peluang kenaikan suku bunga The Fed. Meski begitu, permintaan jangka panjang masih cukup kuat dengan inflow besar ke ETF emas global. Oil bergerak lebih agresif, dengan Brent di sekitar US$108 dan WTI di atas US$103, didorong eskalasi konflik AS–Iran serta meningkatnya risiko gangguan pasokan melalui Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb. Kenaikan minyak ini juga kembali memicu kekhawatiran inflasi global. SAHAM Wall Street masih berada dalam tekanan setelah S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones sama-sama melemah karena investor merespons kenaikan inflasi produsen, yield obligasi, dan harga minyak. Futures AS kemudian bergerak relatif stabil menjelang rilis CPI. Dari sektor teknologi, Oracle menguat setelah mencatat laba di atas ekspektasi, menaikkan guidance, dan membukukan tambahan kontrak AI cloud lebih dari US$30 miliar. Sebaliknya, Adobe melemah meski laba kuat karena guidance perusahaan dinilai kurang meyakinkan. MARKET OUTLOOK Fokus utama pasar kini tertuju pada data CPI AS yang akan menjadi penentu berikutnya bagi ekspektasi suku bunga The Fed. CPI yang lebih tinggi berpotensi memperkuat dolar dan yield sekaligus menekan saham serta emas, sementara data yang lebih rendah dapat meredakan tekanan tersebut. Di sisi lain, konflik Timur Tengah tetap menjadi risiko besar karena lonjakan harga minyak dapat memperpanjang tekanan inflasi dan menjaga volatilitas pasar tetap tinggi.
Belum punya akun? Daftar gratis untuk mulai memakai tools MetaTraderKit.
Daftar Sekarang
Kembali