MARKET
Kamis, 10 September 2026
Market Waspadai Inflasi AS di Tengah Lonjakan Minyak dan Eskalasi Konflik AS–Iran
Lonjakan harga minyak, eskalasi konflik AS–Iran, dan meningkatnya yield Treasury membuat pasar tetap berhati-hati menjelang data inflasi AS yang berpotensi menentukan arah kebijakan The Fed.
Minyak Bertahan di Atas $100, Konflik AS–Iran Jaga Risiko Pasokan Tetap Tinggi
Harga minyak bertahan dekat level tertinggi setelah eskalasi serangan AS–Iran kembali meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah. Brent berada di sekitar $101/barel, sementara WTI sekitar $96/barel. Gangguan arus minyak di Selat Hormuz serta serangan Houthi terhadap infrastruktur energi Saudi membuat risiko pasokan tetap tinggi.
Emas Bertahan di Area $4.400 Jelang Data Inflasi AS
Emas bergerak relatif stabil karena pasar menunggu data inflasi AS. Kenaikan yield Treasury menjadi tekanan utama bagi emas, sementara pelemahan dolar dan meningkatnya ketegangan geopolitik masih memberikan dukungan. Area sekitar $4.537 menjadi level penting untuk mengonfirmasi kembalinya tren naik yang lebih kuat.
Dollar Stabil, Yen Masih Ditopang Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga BOJ
Dollar AS cenderung stabil menjelang data PPI dan CPI, sementara USD/JPY berada di sekitar 153,5. Yen masih mendapat dukungan dari ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ, sedangkan tingginya harga minyak meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara importir energi.
Wall Street Tertekan Minyak Mahal dan Yield Treasury Tinggi
Futures saham AS bergerak tipis setelah Wall Street mencatat penurunan tiga sesi berturut-turut. Kenaikan harga minyak dan yield Treasury AS mendekati level tertinggi sejak 2023 membuat investor lebih berhati-hati menjelang data inflasi dan keputusan suku bunga The Fed pekan depan.
FOKUS UTAMA PASAR
PPI dan CPI AS Jadi Penentu Arah Ekspektasi Suku Bunga The Fed
Perhatian pasar tertuju pada data PPI AS hari ini dan CPI pada Jumat. Data inflasi akan menjadi penentu utama ekspektasi kebijakan The Fed, dengan pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September berada di kisaran 60–65%.
MARKET OUTLOOK
Sentimen Risk-Off Masih Dominan Jelang Data Inflasi AS
Eskalasi konflik AS–Iran, minyak di atas $100 dan kenaikan yield obligasi meningkatkan risiko inflasi serta memperkuat spekulasi kenaikan suku bunga The Fed. Volatilitas berpotensi meningkat menjelang rilis PPI dan CPI AS, terutama pada Gold, USD, indeks saham AS dan minyak.
