MetaTraderKitMetaTraderKitSmart Trading Tools
MARKET Senin, 7 September 2026

Pasar Global Waspadai Fed Hawkish, Lonjakan Minyak, dan Eskalasi Selat Hormuz

Data tenaga kerja AS yang kuat mendorong peluang kenaikan suku bunga Fed, sementara konflik di Selat Hormuz mengangkat harga minyak dan menjaga volatilitas pasar global tetap tinggi.

WALL STREET TERTAHAN SETELAH DATA TENAGA KERJA MEMPERKUAT PELUANG KENAIKAN SUKU BUNGA FED Futures saham AS bergerak mixed menjelang libur Labor Day. S&P 500 Futures relatif datar, Nasdaq 100 Futures naik tipis 0,1%, sementara Dow Futures turun sekitar 0,3%. Nonfarm Payrolls AS Agustus naik 162.000, jauh di atas ekspektasi 56.000, sementara unemployment rate bertahan di 4,1%. Data tenaga kerja yang kuat meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga Fed 25 bps pada pertemuan 15–16 September menjadi sekitar 60%. Wall Street sebelumnya ditutup melemah pada Jumat, dengan Dow turun 0,5%, S&P 500 turun 0,4%, dan Nasdaq turun 0,3%. MINYAK MELONJAK SAAT KONFLIK DI SELAT HORMUZ MENINGKATKAN RISIKO GANGGUAN PASOKAN Harga minyak kembali naik setelah eskalasi serangan antara AS dan Iran di sekitar Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran terhadap jalur distribusi energi global. Brent diperdagangkan sekitar $96,77 per barel dan WTI sekitar $91,94. Dalam sepekan terakhir Brent naik 7,8%, sementara WTI melonjak hampir 10%. Aktivitas pengiriman melalui Hormuz turun tajam akibat meningkatnya risiko keamanan. Kondisi ini menjadi perhatian besar karena sekitar seperlima konsumsi minyak dunia melewati jalur tersebut. OPEC+ juga memutuskan mempertahankan produksi minyak pada Oktober setelah enam bulan sebelumnya menaikkan output. GOLD BERTAHAN DI AREA $4.400 DI TENGAH TARIK-MENARIK RISIKO GEOPOLITIK DAN FED HAWKISH Harga emas bertahan di sekitar $4.400 per ounce. XAU/USD diperdagangkan di sekitar $4.427 sebelum kembali melemah ke area $4.415. Ketegangan di Selat Hormuz memberikan dukungan terhadap permintaan safe haven, tetapi data tenaga kerja AS yang kuat meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed sehingga membatasi penguatan emas. Secara teknikal, emas masih menghadapi tekanan setelah turun di bawah MA 200 hari sekitar $4.526. Area $4.000–$3.942 tetap menjadi zona support penting, sementara pasar menunggu data inflasi AS sebagai katalis berikutnya. DOLAR DAN YIELD AS MENJADI FOKUS MENJELANG DATA INFLASI DAN RAPAT FED SEPTEMBER US Dollar Index bergerak di sekitar 99,09 setelah dolar sebelumnya menguat menyusul data payroll yang solid. Pasar sekarang beralih ke data CPI dan PPI AS minggu ini. Inflasi yang tetap tinggi dapat semakin memperkuat peluang kenaikan suku bunga Fed, sementara data yang lebih lemah berpotensi mengurangi tekanan pada aset berisiko dan emas. Pergerakan Treasury yield juga perlu diperhatikan karena likuiditas pasar lebih tipis selama libur Labor Day. JEPANG MENGURAS CADANGAN DEVISA UNTUK MENOPANG YEN DI TENGAH SPEKULASI KENAIKAN SUKU BUNGA BOJ Cadangan devisa Jepang turun secara rekord sebesar $79,6 miliar pada Agustus menjadi $1,208 triliun. Penurunan terutama berasal dari berkurangnya kepemilikan surat berharga asing, termasuk Treasury AS, setelah Jepang melakukan intervensi yen terbesar sepanjang sejarah dengan nilai sekitar ¥15,4 triliun. Intervensi tersebut membantu yen menguat dari sekitar 164 per dolar ke area 155–156. Pasar juga hampir sepenuhnya memperkirakan kenaikan suku bunga BOJ sebesar 25 bps pada pertemuan 17–18 September. FOKUS UTAMA PASAR PEKAN INI TERTUJU PADA INFLASI AS, FED, DAN ESKALASI DI SELAT HORMUZ Pasar menghadapi tiga katalis utama: data inflasi AS, perubahan ekspektasi kebijakan Fed, serta perkembangan konflik AS-Iran di sekitar Selat Hormuz. Data CPI dan PPI akan menjadi penentu penting apakah peluang kenaikan suku bunga Fed September tetap tinggi atau kembali turun. Sementara itu, kenaikan harga minyak berpotensi kembali meningkatkan tekanan inflasi global. MARKET OUTLOOK MENUNJUKKAN VOLATILITAS BERPOTENSI MENINGKAT SETELAH LIBUR LABOR DAY Sentimen jangka pendek masih cenderung hati-hati. Data ekonomi AS yang kuat mendukung dolar dan ekspektasi kenaikan suku bunga, sedangkan konflik geopolitik menopang minyak dan permintaan safe haven. Fokus utama setelah pasar AS kembali buka pada Selasa adalah reaksi Treasury yield, harga minyak, dolar, serta positioning investor menjelang data inflasi dan rapat Fed pertengahan September.
Belum punya akun? Daftar gratis untuk mulai memakai tools MetaTraderKit.
Daftar Sekarang
Kembali