MetaTraderKitMetaTraderKitSmart Trading Tools
MARKET Rabu, 2 September 2026

Konflik AS–Iran Memanas, Minyak Melonjak & Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed Menguat

Konflik AS–Iran kembali memanas, mendorong harga minyak naik dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Fed yang menekan saham serta emas.

DAILY MARKET BULLETIN AS–IRAN Memanas, Minyak Melonjak dan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed Menguat Ketegangan baru AS–Iran mendorong harga minyak melonjak, memperkuat kekhawatiran inflasi dan peluang kenaikan suku bunga Fed, sementara saham AS, emas, dan pasar obligasi berada di bawah tekanan. US STOCK MARKET Futures indeks saham AS bergerak relatif datar setelah Wall Street mengalami tekanan pada sesi sebelumnya. S&P 500 Futures: 7.646 Nasdaq 100 Futures: 29.136 Dow Jones Futures: 52.837 Pada perdagangan Selasa, S&P 500 turun sekitar 0,7%, Nasdaq melemah 1%, dan Dow Jones kehilangan sekitar 0,8%. Investor masih berhati-hati karena kombinasi kenaikan yield obligasi, harga energi yang tinggi, serta meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada September. OIL Harga minyak kembali melonjak setelah AS melancarkan serangan baru terhadap target Iran dan Iran melakukan aksi balasan. Brent: sekitar $96/barel WTI: sekitar $91/barel Gangguan lalu lintas tanker di Selat Hormuz menjadi perhatian utama pasar. Jalur ini merupakan salah satu rute pengiriman minyak terpenting dunia. Risiko gangguan pasokan yang lebih panjang dapat menjaga harga minyak tetap tinggi sekaligus meningkatkan tekanan inflasi global. GOLD Emas kembali berada di bawah tekanan akibat kombinasi kenaikan harga minyak, yield obligasi, dan penguatan dolar AS. XAU/USD turun menuju area $4.317/oz dan telah terkoreksi hampir 6% dalam tiga sesi terakhir. Tekanan tambahan muncul setelah emas menembus ke bawah 200-day moving average, yang menjadi salah satu level teknikal penting untuk tren jangka panjang. US DOLLAR & BONDS Dolar AS menguat karena permintaan safe haven sekaligus kenaikan yield Treasury. US Dollar Index bergerak di sekitar 99,7, sementara yield obligasi AS terus naik. Yield Treasury 30 tahun kembali bergerak di atas 5,28%, sedangkan yield tenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak 2023. Kenaikan yield membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik. FED OUTLOOK Ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve kembali meningkat setelah pernyataan hawkish dari Ketua Fed Kevin Warsh dan sejumlah pejabat Fed lainnya. Pasar saat ini memperkirakan sekitar 68% peluang kenaikan suku bunga 25 bps pada September, jauh meningkat dibandingkan sekitar 35% pada pekan sebelumnya. Kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah semakin memperkuat kekhawatiran bahwa inflasi AS dapat kembali bertahan tinggi. DATA EKONOMI Data JOLTS menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan AS berada di 7,271 juta, sedikit di bawah ekspektasi 7,330 juta, tetapi meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Data tersebut masih menunjukkan pasar tenaga kerja yang relatif bertahan. Fokus pasar berikutnya tertuju pada: US Nonfarm Payrolls — Jumat Data tenaga kerja yang kuat berpotensi semakin memperbesar ekspektasi kenaikan suku bunga Fed. MARKET BIAS USD: Bullish Oil: Bullish Gold: Bearish / Volatile US Stocks: Neutral–Bearish US Treasury Yield: Bullish Fokus Pasar Pergerakan pasar dalam beberapa sesi ke depan kemungkinan besar akan ditentukan oleh tiga faktor utama: Konflik AS–Iran → Harga Minyak → Inflasi → Kebijakan Fed Selama harga minyak tetap tinggi dan data tenaga kerja AS tetap kuat, tekanan terhadap saham dan emas masih berpotensi berlanjut, sementara dolar AS dan yield obligasi cenderung tetap mendapat dukungan.
Belum punya akun? Daftar gratis untuk mulai memakai tools MetaTraderKit.
Daftar Sekarang
Kembali